Hatiku tertunduk saat mata itu memandang ku
Laksana kilat yang menyerang mataku
Aku tersipu dalam diamku
Sebuah senyum yang kusembunyikan dihatiku
Kelabu itu hilang
Dalam balutan rindu yang tertahan
Ingin sekali mulut ini berkata
Aku Mencintaimu
Namun, logikaku seakan angkuh
Menanti dan menanti kata itu keluar dari suaramu
Akankah cinta ini cinta sejati
Yang hanya tersimpan dalam diari hati?
Mengenang sejuta kenangan
Tanpa bisa mengertikan kisah sang takdir
Aku masih menunggumu
Ucap lisan kecil dalam seuntai harapan serta do'a panjatkan ku sirahkan
pada gelam malam kepada sang pemilik semua ini
Mata ku sayup di tepi jalan ini
Memandang seketika langit luas NYA
Begitu indah ketika terlihat senyuman di tas sanah
Senyuman itu dari mu
Dalam diam aku mencintaimu
Karena engkau dan kuyakin engkau
Cinta sejatiku yang tak pernah ak bisa tolerir kan sebelumnya
Intuisi dalam angin ini
Sampaikan pada mu,
Sambil ku titip kamu dalam balutan
Kewusyuan di tengah titian hadap terhadap
Tuhan nya ..